Minggu, 15 Mei 2016

Team Building

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang team building.

Pengertian Team Building :
Team Building adalah Upaya cara  yang dibuat dari tiga orang atau lebih yang berkomunikasi dan saling bertukar pikiran dengan  tujuan yang sama untuk membangun atau mengembangkan kerja kelompok yang sempurna.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota team
·         Kemampuan mendengarkan
·         Kemampuan mengajukan pertanyaan
·         Memiliki rasa hormat
·         Kemampuan meyakinkan seseorang

Karakteristik Kelompok atau Tim:

Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

Team building  yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.



 Manfaat yang di hasil kan team building :

 Bagi pimpinan tim /kelompok:

Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi  secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.
Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.


 Bagi individu anggota tim /kelompok :

Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas  dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan).
Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.

Bagi pelaksanaan  kerja tim/kelompok :

Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
Hasil   yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.
Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran,  peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru.
Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.
Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.



 Kesimpulan :

Untuk mencapai sebuah tujuan yang akan diraih oleh setiap team, sebaiknya setiap anggota harus saling berkomunikasih dan saling bertukar pikiran terlebih dahulu, saling percaya, terhadap setiap anggota team nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar