Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang team
building.
Pengertian
Team Building :
Team Building adalah Upaya cara yang dibuat dari tiga orang atau lebih yang
berkomunikasi dan saling bertukar pikiran dengan tujuan yang sama untuk membangun atau
mengembangkan kerja kelompok yang sempurna.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota team
·
Kemampuan mendengarkan
·
Kemampuan mengajukan pertanyaan
·
Memiliki rasa hormat
·
Kemampuan meyakinkan seseorang
Karakteristik
Kelompok atau Tim:
Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi
sosial baik secara verbal maupun non verbal.
Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama
lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat
menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan
atau minat yang sama.
Individu yang tergabung dalam kelompok, saling
mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota
kelompoknya.
Team building
yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil
perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.
Manfaat yang di hasil kan team building :
Bagi pimpinan
tim /kelompok:
Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya,
dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan
kepentingan pribadi
Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim
terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi secara langsung kepada anggota tim sehingga
terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami
prakasa anggotanya.
Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap
sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.
Bagi individu
anggota tim /kelompok :
Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih
persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk
mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok
menjadi lebih bebas dan terbuka, yang
selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui
beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang
mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang
diharapkan).
Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok
yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena
keterbukaan semua anggota tim.
Bagi
pelaksanaan kerja tim/kelompok :
Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan
efektif.
Hasil yang
diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama
peserta.
Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran, peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi
individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi
lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang
menguntungkan.
Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran
baru.
Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat
manajer.
Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan
kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.
Kesimpulan :
Untuk mencapai sebuah tujuan yang akan diraih oleh setiap team, sebaiknya setiap anggota harus saling berkomunikasih dan saling bertukar pikiran terlebih dahulu, saling percaya, terhadap setiap anggota team nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar