Minggu, 22 Mei 2016

Kasus Kecelakaan kerja

CONTOH KASUS: TERSIRAM UAP AIR PANAS

“Seluruh bagian tubuh tersiram air panas 400 derajat Celcius saat membersihkan tangki gula kristal”
Uraian Kejadian:

Musibah bermula saat 5 pekerja tengah membersihkan bagian dalam tangki gula kristal di pabrik tersebut. Tiba-tiba kran yang berada diatas dan mengarah kedalam tangki mengeluarkan air panas yang diperkirakan mencapai 400 derajat Celsius. Akibatnya, keempat pekerja yang ada didalamnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan karena panasnya uap.Ke 4 pekerja tewas, salah seorangnya menyelamatkan diri, namun mengalami luka parah. Menurut salah seorang rekan pekerja, air panas tersebut mengucur kedalam tangki setelah tombol kran dibuka oleh salah seorang karyawan pabrik. Diduga operator kran tidak mengetahui jika pekerjaan didalam tangki tersebut belum selesai.

ANALISA:

STRATEGI PENGENDALIAN

Memberikan pendidikan dan pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja yang diperlukan pekerja guna meningkatkan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja, demi mencegah terjadinya kecelakaan yang sama.
Selama melakukan proses pekerjaan yang berbahaya, seperti pembersihan mesin, penambahan minyak, pemeriksaan, perbaikan, pengaturan, mesin harus berhenti beroperasi. Untuk mencegah orang lain menghidupkan mesin, maka mesin harus dikuci atau diberi tanda peringatan, perusahaan harus memasang tutup pengaman atau peralatan pembatas.
Operator mesin ataupun alat produksi lainnya, sebaiknya diberi peringatan setiap sesudah dan sebelum mengoperasikan apakah ada petugas yang masih disana ataupun tidak. Sebaiknya operator mesin dilatih agar tetap siaga dan tanggap dengan tanggung jawabnya.
Seluruh petugas keselamatan dan kesehatan tenaga kerja harus bertanggung jawab menjalankan rencana penganggulangan kecelakaan, rencana penanganan darurat, serta melakukan bimbingan pelaksanaan setiap bagian.

Komunikasi antar pegawai harus selalu terjaga dengan baik agar saling memperhatikan satu sama lain sehingga mampu meminimalisir peluang kecelakaan terjadi.

Minggu, 15 Mei 2016

Team Building

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang team building.

Pengertian Team Building :
Team Building adalah Upaya cara  yang dibuat dari tiga orang atau lebih yang berkomunikasi dan saling bertukar pikiran dengan  tujuan yang sama untuk membangun atau mengembangkan kerja kelompok yang sempurna.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh anggota team
·         Kemampuan mendengarkan
·         Kemampuan mengajukan pertanyaan
·         Memiliki rasa hormat
·         Kemampuan meyakinkan seseorang

Karakteristik Kelompok atau Tim:

Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal maupun non verbal.
Anggota kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok.
Mempunyai struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.

Team building  yang dilakukan secara benar dan berkesinambungan akan memberikan hasil perubahan yang seringkali jauh lebih baik dari dugaan semula.



 Manfaat yang di hasil kan team building :

 Bagi pimpinan tim /kelompok:

Pimpinan tim akan menjadi lebih kuat dan lebih efektif
Pimpinan tim mampu menyesuaikan gaya kepimimpinannya, dengan lebih memperhatikan kepentingan dan tanggung jawab kelompok dibandingkan kepentingan pribadi
Terdapat apresiasi yang lebih besar dari pimpinan tim terhadap kebutuhan anggota tim dan bagian-bagian dalam tim.
Pimpinan menjadi lebih mampu untuk berkomunikasi  secara langsung kepada anggota tim sehingga terjadi hubungan pengertian yang lebih baik antara pimpinan dan anggota tim.
Pimpinan tim memiliki inisiatif untuk lebih memahami prakasa anggotanya.
Pimpinan mempunyai komitmen yang lebih tinggi terhadap sasaran kerja dan memiliki harapan yang lebih besar.


 Bagi individu anggota tim /kelompok :

Sebagian besar individu memiliki pendekatan yang lebih persuasif, toleransi menjadi lebih tinggi dan memiliki kepercayaan untuk mengajukan argumentasi tanpa terikat oleh hirarki.
Komunikasi dan dialog antar sesama anggota kelompok menjadi lebih bebas  dan terbuka, yang selama ini menjadi salah satu hambatan utama dalam perkembangan kelompok.
Terdapat “ruang “ yang lebih terbuka untuk mengakui beberapa kelemahan-kelemahan pribadi, bahkan kadangkala tidak jarang yang mengundurkan diri karena kesadaran diri (ini bukan penyelesaian yang diharapkan).
Banyak masalah antar pribadi sesama anggota tim/kelompok yang selama ini mengganjal dapat dipecahkan dengan lebih mudah karena keterbukaan semua anggota tim.

Bagi pelaksanaan  kerja tim/kelompok :

Pertemuan tim/kelompok menjadi lebih terstruktur dan efektif.
Hasil   yang diperoleh lebih dapat diterima dan terdistribusi dengan baik kepada sesama peserta.
Terjadi perbaikan kerja dalam mencapai sasaran,  peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi individu dan kelompok dengan cara yang lebih profesional.
Tingkat komunikasi dalam dan antar kelompok menjadi lebih komprehensif dan efektif, walaupun dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan.
Komitmen yang lebih kuat terhadap sasaran-sasaran baru.
Terciptanya otonomi yang lebih besar pada tingkat manajer.
Lebih banyak waktu digunakan untuk bekerja sama dengan kolega dan bekerja sama dalam mencapai tujuan.



 Kesimpulan :

Untuk mencapai sebuah tujuan yang akan diraih oleh setiap team, sebaiknya setiap anggota harus saling berkomunikasih dan saling bertukar pikiran terlebih dahulu, saling percaya, terhadap setiap anggota team nya.

Sabtu, 07 Mei 2016

Apa itu Negosiasi ? apa Itu Konflik ? Yuk dibaca

Pengertian Negosiasi
 Negosiasi adalah, kata “negosiasi” berasal dari bahasa Inggris yaitu dari kata “to negotiate dan to be negotiating” yang dapat diartikan “merundingkan”, kemungkinannya membicarakan mengenai suatu kondisi, atau menawar. Lalu kata turunannya antara lain “negotiation” yang artinya menunjukan aktivitas untuk berunding atau merundingkan, membicarakan mengenai hal untuk di setujui dengan orang lain, dan kata “negotiable” yang artinya mungkin dapat dibicarakan, dapat di rundingkan, dan dapat ditawar.

Pengertian negosiasi secara umum adalah suatu bentuk interaksi sosial antara pihak–pihak yang terlibat yang berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan. Atau definisi negosiasi secara formal yaitu bentuk pertemuan bisnis antara 2 (dua) pihak ataupun lebih yang bertujuan untuk mencapai suatu kesepakatan dalam berbisnis. Negosiasi juga merupakan perundingan antara 2 (dua) pihak yang dimana didalamnya terdapat proses memberi, proses menerima, dan proses tawar-menawar.

Tujuan negosiasi

Terdapat beberapa tujuan dari negosiasi khususnya dalam berbisnis, yaitu antara lain:

Yang pertama, untuk mendapatkan atau untuk mencapai kata sepakat yang mengandung kesamaan persepsi, saling pengertian dan persetujuan.
Yang kedua, yaitu untuk mencapai kondisi penyelesaian dan menemukan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapi bersama.
Dan yang terakhir, yaitu untuk mencapai kondisi yang saling menguntungkan dimana masing-masing pihak merasa menang (win-win solution) atau semua pihak merasa di untungkan.

manfaat negosiasi

Setelah kita mengetahui tujuan dari negosiasi, lalu berikut ini manfaat dari negosiasi: Manfaatnya yaitu untuk menciptakan jalinan kerja sama antara badan usaha, institusi ataupun perorangan dalam melakukan suatu kegiatan dan usaha bersama atas dasar saling pengertian. Dengan terjalinnya kerjasama diantara kedua belah pihak inilah maka dapat tercipta transaksi bisnis yang saling terkait, sehingga dapat membuat hidup perekonomian. Karena suatu proses negosiasi bisnis merupakan bagian dari suatu proses interaksi guna untuk menghidupkan perekonomian dalam skala yang lebih luas.

Di dalam perusahaan, sebuah proses negosiasi dapat memberikan manfaat yaitu untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas dan juga untuk mengembangkan pasar, yang diharapkan dapat memberikan peningkatan pada penjualan. Proses negosiasi bisnis juga akan menghasilkan harga yang lebih baik dan lebih efesien, yang tentunya dapat memberi keuntungan yang lebih besar. Dalam jangka yang panjang hal ini akan memberikan kemajuan dari sebuah perusahaan.

Contoh negosiasi
Negoisasi harga dengan membujuk :
Pembeli: "Bu saya mau beli gitar ini, berapa harganya?"
Penjual: "Kalau gitar yang itu harganya 750 ribu nak."
Pembeli: "Harganya boleh kurang nggak bu?"
Penjual: "Hmmm, boleh. Mau nawar berapa nak?"
Pembeli: "600 ribu aja bu, gimana?"
Penjual: "Wah, harga segitu rasanya tidak bisa nak."
Pembeli: "Kalau 625 ribu?"
Penjual: "Naikin dikit nak, 650 ribu ibu lepas gitar ini."
Pembeli: "Iya deh bu, saya setuju, ini uangnya"


Pengertian Konflik

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.



Contoh Konflik

Konflik Antar Siswa
Penjelasan Singkat :
Konflik antar siswa adalah konflik yang terjadi antara seseorang dengan yang satu lainya, sifatnya subtansi, konflik ini menyangkut perbedaan pendapat , ide, gagasan, kepentingan, bahkan emosional. Contohnya Tawuran antar pelajar yang dikarnakan masalah pribadi dan emosional
Dampak (+) : dampak positif dari adanya tawuran yaitu terjadinya persatuan antar pelajar di sekolah tersebut. Menurut saya solusi untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar adalah sebaiknya pihak sekolah merangkul semua siswa/i nya sehingga tidak terjadi kesenjangan sosial yang membuat mereka membuat geng-geng agar mereka diakui di sekolah, serta sarana dan prasarana yang menunjang untuk menyalurkan aspirasi mereka.
Dampak (-) : Dampak negatif yang terjadi dengan adanya tawuran antar pelajar adalah rusaknya fasilitas umum yang menjadi tempat untuk tawuran dan memungkinkan timbulnya korban jiwa.

Kesimpulan

Kita harus pintar mengambil keputusan apa yang sudah kita pilih jangan terlalu terbawa emosi agar kita lebih bijak mengambil keputusan .